(sumber gambar: https://medium.com/@ganesa1412/ikm-tas-koper-tanggulangin-mencoba-bangkit-12-tahun-pasca-bencana-lumpur-lapindo-b7309e1f0b3b)
Kegiatan industri
ekonomi kreatif kini kian menjadi bagian peranan penting sebagai tombak
pembangunan perekonomian Indonesia. Seperti kita ketahui bersama bahwa wilayah
Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Tanggulangin pernah menjadi bagian
sejarah kelam di Indonesia akibat musibah lumpur lapindo yang terjadi pada
tahun 2006 silam.
Dibalik fenomena itu,
Sentra IKM Tanggulangin yang terkenal dengan ciri khas kerajinan dari kulitnya
mulai kehilangan segmen pasar penjualan produknya. Seiring berjalannya waktu
invasi teknologi digadang-gadang menjadi persoalan utama bahwa masyarakat kini
mulai merambah situs jual beli online sebagai tren pemasaran era digital. Hal
itulah yang menyebabkan pendapatan masyarakat di wilayah Tanggulangin untuk
beberapa waktu berjuang menyudahi musim panceklik yang terjadi.
Kini perhatian
pemerintah tengah digalakkan sebagai bagian perwujudan membangun kesejahteraan
Sentra IKM Tanggulangin. Salah satunya dengan revitalisasi kawasan tersebut
dengan rebranding yang mengangkat
konsep 3 in 1 (Three in One), dimana dalam konsep tersebut akan menjadikan kawasan
Sentra IKM Tanggulangin sebagai destinasi tujuan wisata baru di Sidoarjo, Jawa Timur.
Adapun cakupan konsep
tersebut terdiri dari wisata belanja, wisata budaya dan kuliner serta wisata
edukasi industri. Gagasan tersebut tentu akan menjadi titik kebangkitan dan daya
tarik tersendiri untuk berbagai kalangan agar lebih mengenal dan mengetahui
tidak hanya sejarah kelam yang pernah terjadi di wilayah tersebut, akan tetapi
juga akan menonjolkan sisi baru ke dalam rebranding
tersebut.
Komitmen kuat untuk
memulai proses kebangkitan tersebut digagas langsung oleh Kementerian
Perindustrian dengan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo,
Jawa Timur untuk melaksanakan program Revitalisasi Sentra Industri Kecil dan
Menengah (IKM) di Kecamatan Tanggulangin. Sasaran dari program revitalisasi
tersebut, antara lain untuk memacu produktivitas dan daya saing dari para
perajin yang mayoritas memproduksi barang jadi kulit.
Lewat revitalisasi ini
tentu para perajin di sentra IKM Tanggulangin akan ikut serta sebagai bagian
terpenting dalam aspek penguatan rebranding program ini. Dan tujuan akhir dari
gagasan ini tentunya dengan harapan bahwa masyarakat akan terbantu dari segi
penjualan dan wilayah Tanggulangin akan terkenal citra barunya sebagai kawasan
wisata terpadu.
Sebuah mimpi yang patut
diperjuangkan, optimisme membangun kawasan yang terkenal akan kualitas
kerajinan kulitnya akan berupaya meningkatkan segmentasi penjualannya hingga
mancanegara dan menunjukkan sekali lagi bahwa kualitas produk dalam negeri
tetap akan mampu bersaing di kancah Internasional.
Untuk mengasah mimpi
dan mewujudkan hal-hal tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama
perlu adanya peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Sentra
IKM Tanggulangin dengan pendidikan dan pelatihan digital marketing, hal ini
menjadi tolak ukur penting mengingat kini invasi era ekonomi digital kian marak
merambah banyak kalangan wirausaha. Tentu saja selain segi kualitas yang ingin
ditunjukkan, SDM yang ada juga perlu belajar sesuatu yang baru dalam strategi
pemasaran.
Uraian singkat tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa perkembangan
teknologi informasi dan penetrasi internet di pelosok daerah telah mendorong
pertumbuhan pengguna internet di Tanah Air. Bila dibanding negara lain,
pertumbuhan pengguna internet Indonesia tidak hanya melampaui rata-rata, tapi
juga merupakan yang tersebesar di dunia. Menurut survei We Are Social (2017), pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7
juta atau 51 persen dari total populasi. Angka itu mengalami pertumbuhan 51
persen atau 45 juta pengguna dalam kurun waktu satu tahun. Indonesia berada di
posisi teratas, diikuti Filipina dan Meksiko yang tumbuh sebesar 27 persen. Dari
jumlah itu, sebanyak 106 juta (40 persen) orang aktif di media sosial. Telephone
seluler (ponsel) menjadi media yang dipilih untuk mengakses media sosial yaitu
sebesar 92 juta.
Tingginya pertumbuhan
pengguna internet itu juga diimbangi dengan tingginya pemilik ponsel yaitu
sebesar 91 persen populasi Indonesia. Sedangkan pengguna smartphone berjumlah 47
persen. Dapat disimpulkan bahwa laju era digital akan berbanding lurus dengan
tingginya tingkat penggunaan smartphone
tersebut.
Jika kita tidak
berpikir maju, maka kita akan kalah digerus waktu dengan kecanggihan teknologi
saat ini. Oleh karena itu, dalam strategi revitalisasi hendaknya rebranding akan memberikan berbagai
kemudahan dan daya tarik tersendiri dari segi penjualan dengan konsep kawasan
wisata terpadu tersebut.
Karena pada dasarnya
menarik orang lain untuk hadir di tempat dan bertatapan langsung dengan wajah
penjual menjadi tantangan tersendiri untuk saat ini. Jika rebranding tidak memanfaatkan digitalisasi dalam menarik minat
konsumen maka kebangkitan ini tidak akan menjadi tolak ukur kemajuan dalam upaya
membangkitkan Sentra IKM Tanggulangin tersebut.
Singkat cerita,
optimisme sangatlah perlu dihadirkan dalam inovasi. Akan tetapi, mendesain
gagasan baru dengan perhitungan langkah yang tepat akan memberikan kemudahan
dalam membangkitkan sektor ekonomi kreatif yang ada di Sentra IKM Tanggulangin
tersebut. Komitmen kerjasama banyak pihak terkait akan menjadi acuan utama
dalam tolak ukur keberhasilannya. Sebagai saran menciptakan aplikasi berbasis
digital tentang Sentra IKM Tanggulangin akan menjadi strategi pemasaran yang
baik dalam membangun rebranding tersebut.
Sebagai seorang muslim,
banyak dari kita bisa belajar dari makna Firman Allah Swt dalam Qur’an Surah
Ar-Rad ayat 11 berikut ini :
Allah Subhanahu wa
Ta’ala tidak merubah keadaan suatu kaum yang berada dalam kenikmatan dan
kesejahteraan, sehingga mereka merubahnya sendiri. Juga tidak merubah suatu
kaum yang hina dan rendah, kecuali mereka merubah keadaan mereka sendiri. Yaitu
dengan menjalankan sebab-sebab yang dapat mengantarnya kepada kemulian dan
kejayaan. Inilah yang dijelaskan Allah dalam firman-Nya:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ
مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga
mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [Ar-Ra’d/13:11].

















